Tugas DDMRS

DASAR – DASAR Manajemen RS

Rencana Strategik Pelayanan Kesehatan

( Klinik Medika dan Klinik Dharma Bhakti )

  

Nama : Jesica Desyanti

NIM : 2014-31-186 

 

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

 2015

PERENCANAAN STRATEGIK KLINIK M DAN KLINIK DB

Visi Dan Misi Klinik Medika (Internal)

Visi :

  • Memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat secara benar, bermutu dan professional dengan pendekatan kekeluargaan oleh dokter umum, dokter gigi umum & dokter THT.

Misi :

  • Memberikan pelayanan kesehatan umum, kesehatan gigi dan THT yang bersifat umum dari hari senin sampai dengan hari minggu dengan pelayanan 24 jam.
  • Menyediakan fasilitas alat-alat dan sarana ruang tunggu yang nyaman untuk mencapai hasil yang optimal
  • Menciptakan suasana kerja yang dilandasi oleh rasa kekeluargaan antar dokter umum, dokter gigi, perawat maupun pegawai dengan Pasien.

Pengumpulan Data

  1. Jumlah SDM
  2. Kualitas SDM
  3. Tarif pelayanan
  4. Lokasi
  5. Tingkat kesetiaan pasien
  6. Kualitas pelayanan
  7. Prosedur pelayanan
  8. Kondisi keuangan
  9. Kelengkapan sarana medis
  10. Kelengkapan sarana penunjang
  11. Pangsa pasar yang dimiliki
  12. Promosi yang dilakukan

Data Internal (Klinik Medika)

Kekuatan (Strength)

Jumlah SDM

  • Pada klinik ini terdapat petugas kesehatan sebanyak 55 orang. Terdiri dari 19 laki-laki dan 36 perempuan.

Kualitas SDM

  • Terdapat 14 orang lulusan SMK kesehatan, 28 orang lulusan D3 keperawatan, kebidanan maupun farmasi, 5 orang lulusan S1 farmasi dan keperawatan, 5 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 2 dokter THT.

Tarif Pelayanan

  • Tarif pelayanan lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan pesaing.

Lokasi

  • Lokasi lebih strategis dibandingkan pesaing karena klinik ini berada di persimpangan jalan dan mudah di jangkau oleh pasien.

Tingkat Kesetiaan Pasien

  • Pasien selalu berobat di klinik ini tanpa berpindah klinik untuk berobat.

Pangsa Pasar Yang Dimiliki

  • Pangsa pasar didominasi oleh semua kalangan.

Kelemahan (Weakness)

Kualitas Pelayanan

  • Banyak petugas bersikap kurang ramah terhadap pasien.
  • Kondisi Keuangan : Arus uang di klinik tidak lancar menyebabkan waktu pemberian gaji petugas menjadi terlambat.
  • Kelengkapan Sarana Medis : Kelengkapan sarana medis kurang mendukung.
  • Kelengkapan Sarana Penunjang : Di klinik ini terdapat laboratorium tetapi belum tersedia secara lengkap.
  • Prosedur Pelayanan : Banyak petugas yang tidak melakukan pelayanan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
  • Promosi Yang Dilakukan : Tidak ada satu pun promosi yang dilakukan.

Data Eksternal (Klinik Dharma Bakti)

  1. Peluang (Opportunity)

Jumlah SDM

  • Jumlah petugas kesehatan terdapat 28 orang. Diantaranya 11 orang laki-laki dan 17 perempuan.

Kualitas SDM

  • Terdapat 6 orang lulusan SMK kesehatan, 15 orang lulusan D3 keperawatan, kebidanan maupun farmasi, 3 orang lulusan S1 keperawatan dan farmasi, 2 dokter umum, 1 dokter gigi.

Tarif Pelayanan

  • Tarif pelayanan cenderung lebih mahal dibandingkan Klinik M.

Lokasi

  • Lokasi klinik tidak strategis karena berada di dalam gang walaupun dekat dari gang.

Pangsa Pasar Yang Dimiliki

  • Pangsa pasar didominasi golongan menengah ke atas.

Tingkat Kesetiaan Pasien

  • Banyak pasien yang pindah berobat atau beralih ke klinik lainnya.

Ancaman (Threats)

  • Kualitas Pelayanan : Semua petugas bersikap ramah dan sopan terhadap pasien.
  • Prosedur Pelayanan : Petugas selalu melakukan pelayanan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
  • Kondisi Keuangan : Arus uang lancar sehingga tidak mengganggu kesejahteraan petugas.
  • Kelengkapan Sarana Medis : Kelengkapan sarana medis memadai dan memungkinkan petugas untuk memberikan pelayanan sesuai prosedur.
  • Kelengkapan Sarana Penunjang : Pada Klinik DB terdapat laboratorium yang lengkap.
  • Promosi Yang Dilakukan : Klinik DB melakukan promosi sangat meluas dan merata.
  1. Analisis Data
  2. Matriks IFAS

 

NO Faktor Strategis Internal Bobot Rating Score
Kekuatan (Strength)
1 Jumlah SDM cukup banyak 0,15 3 0,45
2 Kualitas SDM banyak 0,20 4 0,80
3 Tarif pelayanan terjangkau 0,05 2 0,10
4 Lokasi strategis 0,05 2 0,10
5 Tingkat kesetiaan pasien bagus 0,10 3 0,30
6 Pangsa pasar yang dimiliki semua kalangan 0,05 2 0,10
Kelemahan (Weakness)
1 Kualitas pelayanan kurang 0,10 3 0,30
2 Kondisi keuangan tidak lancer 0,05 2 0,10
3 Kelengkapan sarana medis tidak memadai 0,05 2 0,10
4 Kelengkapan sarana penunjang kurang 0,05 2 0,10
5 Prosedur pelayanan tidak sesuai SOP 0,10 3 0,30
6 Promosi yang dilakukan tidak ada 0,05 2 0,10
Jumlah     2,85
  1. Matriks EFAS
NO Faktor Strategis Eksternal Bobot Rating Score
Peluang (Opportunity)
1 Jumlah SDM sedikit 0,10 3 0,30
2 Kualitas SDM kurang 0,15 2 0,30
3 Tarif pelayanan mahal 0,05 3 0,15
4 Lokasi tidak strategis 0,10 3 0,30
5 Tingkat kesetiaan pasien rendah 0,05 2 0,10
6 Pangsa pasar yang dimiliki menengah ke atas 0,05 3 0,15
Ancaman (Threats)
1 Kualitas pelayanan baik 0,15 2 0,30
2 Kondisi keuangan lancar 0,05 2 0,10
3 Kelengkapan sarana medis memadai 0,05 2 0,10
4 Kelengkapan sarana penunjang lengkap 0,05 3 0,15
5 Prosedur pelayanan sesuai SOP 0,15 2 0,30
6 Promosi yang dilakukan meluas dan merata 0,05 2 0,10
Jumlah     2,35
  1. Pengambilan Keputusan
  2. Total skor FSI (Faktor Strategik Internal) adalah 2,85 menunjukkan bahwa kekuatan (strength) lebih besar dari kelemahan (weakness).
  3. Total skor FSE (Faktor Strategik Eksternal) adalah 2,35 menunjukkan bahwa peluang (opportunity) lebih besar dari ancaman (threats).
S > W , O > T = SO

S > W , O > T = SO

Strategi yang digunakan dalam kondisi tersebut adalah strategi SO (Strength and Opportunity) atau Strategi agresif. Dimana strategi SO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Inilah yang merupakan strategi agresif positif yaitu menyerang penuh inisiatif dan terencana. Mendata program atau kegiatan yang akan dilaksanakan, kapan waktunya, dimana dilaksanakan, siapa yang melaksanakan, bagaimana dilaksanakan, dan mengapa, sehingga tujuan organisasi akan tercapai secara terencana dan terukur. Dalam strategi SO, organisasi mengejar peluang-peluang dari luar dengan mempertimbangkan kekuatan organisasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s